KOIN JODOH

 KOIN JODOH

Karya: Fathurrahman

Di suatu desa, terdapat para remaja yang hidup bersama-sama dari mereka kecil hingga sekarang, yang terbangun dalam persahabatan. Konon, para remaja ini penasaran dengan suatu tempat, namanya Kemaliq Lingsar. Mereka berencana melakukan kunjungan ke sana untuk menggali informasi yang valid mengenai tempat suci tersebut.  Biasa, yang namanya remaja memiliki keingintahuan yang tinggi, apalagi mengenai budaya Sasak. Setelah berkelana mencari apa sih kemaliq Lingsar itu, mereka menemukan gambaran bahwa ternyata kemalik tersebut dianggap keramat, karena memiliki mitos lokal yang menyatakan bahwa ketika masyarakat melemparkan koin ke dalam kemaliq, mereka biasanya memiliki hajat untuk menemukan pasangan dan hal itu biasanya akan benar terwujud. 

Saat berada disana, kami berencana untuk melakukan ritual yang biasa dilakukan masyarakat, yakni melempar koin dengan hajat masing-masing kami. Aku menoleh ke samping, ada Tika yang sedang bersiap-siap melempar koin itu ke kemalik  tersebut. “Tika ayok kita samaan mencoba melempar koinnya ke dalam kemaliq itu, siapa tau nanti keinginan kita terkabulkan” Seru ku. Tika tersenyum sambil menjawab “Iya, ayok kita coba sama-sama”. 

“Ettt!!! Ingat pasang niat dulu sebelum melakukannya”. Tambahku untuk mengingatkan Tika supaya tidak lupa hal yang paling penting, yaitu niat. 

Tika hanya mengangguk dan mulai berniat akan hajat yang diinginkannya. Setelah selesai, Tika kepo nih sama hajat yang aku pinta “Apa yang kamu niatkan?”

“Kalau aku sih, Aku pengin mendapatkan jodoh yang cantik terus kaya, pintar, solehah, baik dan  sayang sama keluarganya maupun sebaliknya. Haha, pemintaan ini terlalu sempurna sebenarnya namun aku hanya berharap  diberikan yang terbaik. Kamu gimana?”

“Iya, sama seperti keinginan kamu, Aku ingin jodoh yang ganteng, kaya, pintar, soleh, yang bisa membimbingku sama anak-anakku, apalagi dia bisa baik sama mama dan papaku uhhh itu sih idaman aku banget.” Tika mengatakannya sambil tersenyum dan menghayal.

Mendengar perkataannya Tika membuatku tersenyum dan sekaligus ingin mengoloknya, tapi karena sedang berada di tempat suci aku urungan niat itu. Kami memang sepert ini dari dulu, bermain-main adalah kebiasaan yang tak bisa ditinggalkan, apalagi ketika bercanda kayaknya tidak ada kontrol nih mulut, nyerocos aja sesukanya. Tapi, hal itu tidak membuat kita sakit hati atau berpikir yang tidak-tidak karena begitulah sahabat.  Bukankah begitu? Hehe. 

Di samping pemikiran di atas, kami secara bersama-sama melemparkan koinnya masing-masing ke dalam kemalik itu, dengan harapan yang ikut bersamanya. Namun, ternyata mereka sebenarnya saling mendoakan untuk bisa berjodoh satu sama lain.

“Tika kamu udah?” Tanyaku, sambil menghembuskan nafas soalnya suasana saat melempar koin beda dengan suasana yang seperti biasanya 

“Iya udah tadi. Kamu berniatnya untuk siapa? Adakah nama khusus yang kau sebutkan selain doamu yang tadi itu?” Tika bertanya

“Ada dehh. Kamu ni kepo banget sih jadi orang”. Sarkasku. Namun dalam hati aku bahagia bisa melakukan hal ini bersama dengan dia.

“Kan kepo itu sebagian dari perhatian cieeeeeee…..” Jawab tika sambil ketawa.

Setelah selesai melakukan ritual itu, kami bergegas untuk pulang dan berterima kasih pada petuah yang sudah memberikan mereka informasi mengenai kemaliq Lingsar. Kami pulang ke rumah masing-masing dengan penasaran dan pemikiran sendiri. Entah, Tuhan merencanakan apa untuk kami berdua, setelah dari pemendian itu, kami seakan hilang, jarang bertemu, sehingga menumbuhkan rasa rindu di hati. Tapi, aku yakin bahwa jodoh tidak akan kemana!

Setelah sekian tahun lamanya, seusai mereka dulu telah melakukan mitos lokal melempar koin jodoh yang berada di Kemaliq Lingsar, Tidak di sangka-sangka sepasang sahabat ini berjodoh sesuai dengan apa yang mereka pintakan ketika melempar koinny.

“Alhamdulillah, akhirnya aku sekarang sudah menghalalkanmu, mulai sekarang aku sudah menjadi imammu.” Dengan raut wajah yang berseri-seri menandakan kebahagiaan.

“ Alhamdulillah” Tika menjawab dengan ekspresi wajah yang bahagia campur terharu, karena dia telah dipertemukan dengan jodoh yang telah ia doakan, sekaligus yang berperan sebagai sahabatnya itu. 

Pada waktu itu, selepas mereka sudah menjadi sepasang suami dan istri, Tika teringat sewaktu dulu hampir beberapa tahun mereka pernah melakukan mitos lokal dengan melempar koin jodoh ke dalam pemandian kemaliq Lingsar. Tika yang masih penasaran dengan permintaan suaminya lantas bertanya, “Kamu dulu niatnya ingin berjodoh dengan siapa? Waktu kita melempar koin ke dalam kemali itu

“Sumpah ya. Aku nggak bohong. Aku meminta supaya kita berjodoh”. Jawabku.

“Seriussss?” Tika dengan rasa terkejutnya tidak percaya bahwa mereka benar-benar memiliki permohonan yang sama kala itu.

“Iya Tika aku serius, niat ku cuma itu aja, supaya kita berjodoh” Tegasku. Tika hanya tersenyum dengan rona merah di wajahnya, dia tampak malu.

“Kalok kamu dulu niatnya apa?” Tambahku

“Niat aku juga sama supaya kita berjodoh” Jawabnya. 

“Apa jangan-jangan doa dan keinginan kita terkabulkan yaaaaa?” Dengan raut wajah yang masih bingung dan penarasaran aku ingin mendapat jawaban dari keraguan itu. Namun, Tika menegaskan bahwa, “Iya mas, ini kan buktinya kita sudah menjadi suami  istri”. Pada akhirnya mereka berpelukan bahagia karena sudah disatukan dalam ikatan pernikahan dan menjadi suami-istri.


      Gerung, 9 Juni,2021

Komentar

  1. Mau dong koinnya, siapa tau dapat jodoh. Wkwkw bercanda. Kembangkan dan semangat nulisss

    BalasHapus
  2. keren bngt semangat fathurrahman

    BalasHapus
  3. Wahhh keren nih. Tetap semangatttt

    BalasHapus
  4. Bagus untuk tahap awal, semoga terus bisa dikembangkan...

    BalasHapus
  5. Waah mantappp. Kembangkan lagi karya-karya selanjutnya 💪

    BalasHapus
  6. Bagus Kawan Mama mu pasti Bangga

    BalasHapus
  7. Lanutkan, Min kembangkan terus kemampuan menulisnya.👍

    BalasHapus
  8. Mantap, ditunggu cerita selanjutnya

    BalasHapus
  9. Semangaaat kawan jiwa mudamu aku dukung

    BalasHapus
  10. Keren, semangat terus berkarya 🔥

    BalasHapus
  11. Kereen,, Terus berkarya 💪🔥

    BalasHapus
  12. Masyaallah, kerenn kerenn👌

    BalasHapus
  13. Keren banget cerpen amak useth

    BalasHapus
  14. Kembangkan lagi bang.. semangat

    BalasHapus

Posting Komentar